Takut Miskin Adalah Bisikan Setan

Tahun ini lulus sekolah atau kuliah. bingung akan kerja apa nantinya setelah lulus. melihat jaman sekarang yang serba tidak menentu. datanglah rasa was-was dalam diri, bisikan ditelinga yang mengatakan, "akan kerja apa kamu nanti? kamu lulus cuma dapat ijazah dan nilai kamu juga nggak bagus-bagus. mau jadi PNS? yang antri ribuan. mau jadi pengusaha? udah banyak saingan. mau kerja apa sedangkan kamu g punya skill. kalo nggak punya pekerjaan bakal jadi orang miskin. makan aja susah, apa lagi infaq."

Bangsa yang besar. masa depannya yang seharusnya berada ditangan mereka, justru generasi tersebut sedang dihantui oleh ketidak pastian masa depan. apa lagi membawa bangsa ini kepada kejayaan. pasti tidak terpikirkan. lalu apa yang seharusnya dilakukan oleh generasi muda bangsa ini?

Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia (rizki)

Sebagai muslim dan bangsa yang bermartabat, kita harus akar permasalah itu. bahwa rasa was-was dan ketakutan tidak adanya masa depan itu hanya datang dari setan. dan setan adalah musuh yang nyata bagi kita. dan sekarang, tergantung sikap kita bagaimana menghadapi bisikan musuh tersebut. apakah kita menyerah saja dengan musuh, atau kita akan terus melawan karena bisikan setan sangatlah lemah dan yakin bahwa Allah tidak pernah ingkar janji. Allah berfirman :
الشَّيْطانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلاً وَاللَّهُ واسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya : "Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia (rizki). Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui." (QS Al-Baqarah : 268)

Kita sering mendengar sebuah kata bahwa kegagalan itu hanya selangkah dari keberhasilan. jadi kenapa langkah kita selalu terhenti ketika menghadapi kegagalan?! tingkat keberhasilan seseorang diukur dari usaha yang dia kerjakan dan iman yang benar-benar dia yakini.

Sudah menjadi sunnatullah bahwa sebuah biji akan tumbuh menjadi tunas baru kemudian membesar dan terus tumbuh menjadi lebih besar. tidak ada usaha seseorang yang dimulai dari nol kemudian seketika itu menjadi besar. semua ada proses dan membutuhkan waktu, seperti jika kita menghitung bilangan dari nol kemudian langsung sepuluh pasti akan salah. bahkan anak kecil pun akan bisa menyalahkan kita karena dia tahu angka setelah nol adalah satu, setelah satu adalah dua dan seterusnya.

Kita tidak boleh loncat dari angka nol langsung ke angka sepuluh karena diantara itu masih banyak angka yang harus disebut. begitu juga masa depan dan keberhasilan, akan benar-benar tercapai tergantung kemampuan kita menghitung angka-angka setelah nol dan kesabaran akan usaha kita sehingga sampailah hitungan kita ke bilangan sepuluh.

Post a Comment