input license here

Takdir dan Qodar Allah

Takdir/Qodar Allah

Segala sesuatu sejak Allah menciptakan Al-Qalam hingga hari kiamat telah tertulis di lauh mahfuzh, karena ketika Allah pertama kali menciptakan Al-Qalam, ia berkata kepadanya, 'tulislah !"
Ia (Al-Qalam) berkata, "wahai Tuhanku ! apakah yang harus ku tulis?"
Allah berkata, "tulislah apa yang tercipta dan terjadi. "
maka berjalanlah Al-Qalam itu menulis apa yang ada pada saat itu hingga hari kiamat

Sebagaimana juga diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Bahwasanya janin dalam perut ibunya apabila telah berumur 4 bulan, maka Allah mengutus malaikat kepadanya untuk meniupkan ruh dan menuliskan rezeqi, ajal, amal dan apakah ia bahagia atau sengsara. Dan rezeqi juga telah tertulis dan di tentukan dengan sebab-sebabnya tidak kurang dan tidak lebih.

Diantara sebab-sebab adanya rezeqi adalah hendaknya seseorang bekerja untuk mencari rezeqi, sebagaimana firman Allah,
"dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalannlah disegala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeqinya. Dan hanya kepadanyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (QS Al-Mulk: 15)

Diantara sebab-sebanya adalah menyambung silaturrahmi baik dengan berbakti kepada orang tua atau mengunjungi sanak kerabat, karena Rasulullah SAW. Bersabda
"barang siapa yang senang diluaskan rezeqinya dan disambungkan keturunannya maka hendaknya ia menyambung tali persaudaraannya."

Dan diantara sebab-sebab (datannya rezeqi) adalah taqwa kepada Allah sebagaimana yang telah di firmankan-Nya,
"barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya dia akan memberikan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeqi dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS At Tholaq : 2-3)

Jangan sampai anda mengatakan bahwa rezeqi itu telah ditulis dan dibatasi dan ditentukan, karenanya tidak perlu mengerjakan sebab-sebab yang mendatangkan rezeqi itu karena hal ini menunjukkan sifat lemah. Dan orang yang berakal dan memiliki semangat hidup semestinya mencari rizqinya dan mencari apa saja yang memberinya manfaat di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW, bersabda
"orang yang beruntung adalah orang yang menundukkan hawanafsunya dan beramal saleh untuk (hari-hari yang datang) setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan selalu berangan-angan kosong terhadap Allah."

Seperti rezqi, maka pernikahan juga telah tertulis dan ditentukan dengan sebab-sebababnya, masing-masing telah ditetapkan akan menjadi suami bagi si fulanah atau menjadi istri buat si fulan karena bagi Allah azza wa jalla tidak satupun perkara baik dilangit atau dibumi yang tersembunyi atau tersamar (bagi-Nya).

Tidak ada keburukan dalam qodar Allah, karena keburukan itu hanya terdapat dalam "dzat yang mendapatkan takdir" tersebut, karena kita semua tahu bahwa manusia itu ditimpa musibah atau mendapatkan kebaikan.

Mendapatkan kebaikan adalah sesuatu hal yang baik sementara musibah adah suatu keburukan akan tetapi keburukan itu tidak terdapat dalam perbuatan Allah ta'ala, artinya perbuatan dan takdir Allah tidak mengandung keburukan akan tetapi keburukan itu terdapat dalam ciptaan Allah bukan perbuatannya, sementara Allah ketika mentakdirkan keburukan tersebut tidak lain untuk kebaikan, sebagaiman Allah ta'ala berfirman,
"telah nampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan operbuatan tangan manusia."
(QS Arrum : 41)

Dengan demikian, musibah-musibah ini akan kembali juga kepada kebaikan, dan akhirnya keburukan dan kejahatan itu tidak dilimpahkan kepda Allah akan tetapi kepada hasil kejadian ciptaan dan mahluq-mahluqnya, meskipun kemudian kejadian dan mahluq itu kemudian menyimpan keburukan dari satu sisi dan menyimpan kebaikan di sisi yang lain. Sehingga kita melihat akibat yang dimunculkannya, akan tetapi ia juga baik bila dilihat pada balasan yang diperoleh :

"agar supaya mereka merasakan hasil perbuatan mereka, agar supaya mereka bertaubat."
(QS Arrum : 41)

WAllahu a'lam bish-showab
Baca Juga
Fathesshop
"Kegagalan Adalah Hal Yang Biasa"
SHARE
Subscribe to get free updates

Posting Komentar