input license here

Tak Lagi Indah Setelah Dimiliki

Tak Lagi Indah Setelah Dimiliki

Yang tinggal di gunung merindukan pantai ..
Yang tinggal di pantai merindukan gunung ...

Di musim kemarau merindukan musim hujan ..
Di musim hujan merindukan musim kemarau ...

Yang berambut hitam mengagumi yang pirang ..
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam ...

Diam di rumah merindukan bepergian ..
Setelah bepergian merindukan rumah ..

Waktu tenang mencari keramaian ..
Waktu ramai mencari ketenangan ...

Saat masih bujangan, ingin punya suami ganteng/istri cantik ..
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, ingin yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh ...

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah
hanya sebelum dimiliki ..
Namun setelah dimiliki tak indah lagi ..

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki ?

“Jadilah pribadi yang selalu bersyukur. ..
Bersyukurlah senantiasa dengan berkah Yang sudah kita miliki”.

“Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini? Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit ...

Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi!”

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana ...
Bumi ini pun akan tampak buruk ...

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil ..

Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif!.. Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua ..

Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa jiwa yang ikhlas ...
Karena sejatinya kita ini hidup merupakan nikmat dari Sang Khalik ..
Hidup ini adalah nikmat terbesar dari nikmat-nikmat Allah yang telah kita terima ..

Semua nikmat hakikatnya adalah rezeki dan semua nikmat menjadi tidak berarti apa-apa jika kita tidak diberi hidup.

Kita seringkali lupa atas nikmat tersebut (HIDUP) dan menggunakannya untuk kemaksiatan atau malah sering mengingkarinya.

Itulah kiranya bunyi nada peringatan keras yang diulang sampai 31 kali dalam Al-Qur'an :

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kau Dustakan?"

Baca Juga
Fathesshop
"Kegagalan Adalah Hal Yang Biasa"
SHARE
Subscribe to get free updates

Posting Komentar