5Qlkv5iDsV3BSh8I4qkc3y2N3dLgM4awzGV42rrO

Singkatnya Waktu

Singkatnya Waktu

Semua merasakan masa yang ada semakin lama semakin singkat. Masa semakin pendek, semua orang melalui dan merasakan situasi ini. Cuma bagaimana ia melihat. Apakah dipandang dengan mata kasar atau mati hati. Apakah ia direnungkan bedasarkan petunjuk wahyu dan as sunnah atau sekedar dianggap tabiat alam saja.

Bagi seorang muslim, bagaimanapun keadaan dan situasi masa, ia hayati dan dipenuhi dengan keimanan dan amal soleh. Masa adalah nikmat dan amanah Allah SWT kepada hamba-hambanya, masa juga merupakan ujian, apakah diisi dengan taat ataupun disumbat dengan kedurhakaan yang penyudahnya kerugian. Saat masa terasa panjang atau singkat ini adalah isyarat bahwa dunia sudah ada di penghujungnya.l

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, 
"Tidak akan terjadi hari kiamat hingga waktu saling mendekat, maka jadilah setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan hari Jum'at (seperti sehari), sehari bagaikan sejam, dan sejam bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma." - (HR. Ahmad dan at-Tarmidzi).

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, "Pengertian dari hadis ini jelas sekali terasa di waktu-waktu kita ini. Hari-hari terasa berlalu lebih cepat. Artinya bahwa rahmat akan dicabut dari segala sesuatu, bahkan rahmat dan berkah dari waktu. Dan ini adalah salah satu pertanda yang menunjukan dekatnya Hari Kiamat"

Perkataan Imam Ibnu Hajar ini diucapkan beberapa abad lalu. Jika masa itu beliau sudah merasakan cepatnya waktu, maka bagaimana dengan sekarang? Adakah diri menyangka bahwa kiamat masih lama lagi?

Bagi yang jahil, lalai dan kealpaan masih mengusai diri, masa lalu tidak pernah dirasakan apa-apa, karena nafsu menguasai diri. Masa dilatari dengan keangkuhan dan kesombongan menolak peringatan Allah. Sadar-sadar separuh usia telah berlalu sia-sia, sadar-sadar tubuh semakin lemah tak berdaya dimamah usia dan ajal pun menjelang.

Para ulama meninggalkan pesan dalam situasi masa yang semakin laju meninggalkan kita, amat perlu menjadikan diri kita orang yang beriman, berilmu, beramal lagi bijaksana.

Oleh itu sama-samalah kita memanfaatkan sisa-sisa masa yang ada didunia yang fana ini sebelum ajal menjemput atau akan dalam keadaan miskin iman, taqwa, ilmu dan amal kelak di hadapan Allah. Saat itu pulanglah kita menghadap Allah sebagai hamba yang rugi di dunia dan akhirat.

Related Posts
Fathesshop
"Kegagalan Adalah Hal Yang Biasa"
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar