input license here

Cinta Untuk Allah

Cinta Untuk Allah

Islam menyerukan cinta kepada Allah, Rasulullah, cinta agama, cinta kepada akidah dan cinta kepada mahkluk, sebagaimana Allah menjadikan kecintaan antara suami isteri sebagai bagian dari tanda-tanda dan bukti kekuasaaan-Nya.

Iman dalam Islam ditegakkan di atas cinta dan didasarkan pada kasih sayang. Untuk menjadi ahli syurga itu bergantung kepada iman dan iman itu bergantung kepada cinta. Maka cinta adalah syarat dalam iman, rukun dalam akidah dan asas dalam agama.

Cinta juga merupakan syarat bagi kesempurnaan iman. Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, maka sempurnalah imannya." (HR Abu Daud dari Abu Umamah)

Maka iman berasaskan cinta dan tali pengikatnya yang paling kuat adalah cinta. At-Tabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : "Di antara tali iman yang paling kukuh ialah engkau mencintai karena Allah dan membenci karena Allah."

Inilah iman yang asas yang pusatnya adalah cinta, pusat ketinggiannya adalah cinta, bangunannya adalah cinta, kesempurnaan dan kemuliaannya adalah dengan cinta, cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasul-Nya yang bersabda :

" Tidak beriman (dengan sempurna salah seorang dari kamu sehingga aku lebih dicintai dari orang tuanya, anaknya, diri sendiri dan semua manusia." (HR Muslim dari Abu Hurairah dan Ibnu Abbas)

Dari mencintai Pembuat alam semesta yang Maha Bijaksana dan Maha Suci, maka akan timbul rasa cinta kepada syariat dan peraturannya, cinta kepada orang yang diturunkan kepadanya wahyu, cinta kalam-Nya dan cinta kepada orang yang memperoleh kalamNya.

Mengambil nukilan Ibnu Qayyim, pokok ibadah adalah cinta kepada Allah, malahan mengkhususkan cinta hanya kepada-Nya. Hendaklah semua cinta itu hanya kepada Allah, mencintai sesuatu itu hanyalah karena Allah dan di jalan Allah.

"Cintailah Allah karena Dia yang mencurahkan nikmat-nikmatNya kepadamu, dan cintailah aku karena Allah, dan kaum keluargaku karena mencintai aku." (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas ra)

Katakanlah : "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikuti aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Menyayang. (QS. Al Imron :31)

Katakanlah : "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At Taubah : 24)
Baca Juga
Fathesshop
"Kegagalan Adalah Hal Yang Biasa"
SHARE
Subscribe to get free updates

Posting Komentar